Jumat, 11 Februari 2011

Efek berbuat maksiat

Saya mulai tulisan ini dengan sebuah hadits rasulullah saw yang berbunyi: La yuldagul mu'min min hujrin wahidin marrotaini. yang artinya: tidaklah pantas seorang mukmin itu jatuh dalam satu lobang dua kali.

sekilas setelah membaca hadits diatas, mungkin kita akan bertanya kenapa menggunakan kata lubang (hujrun) dalam hadits tersebut. menurut analisis saya, yang tentunya hal ini muncul dari pemahaman saya dari guru saya dulu, bahwa kata lubang menunjukkan sesuatu yang agak dalam yang akan membuat orang yang jatuh kedalamnya akan merasa kesulitan untuk kembali ke permukaan.

jadi, kata lubang dalam hadits diatas maksudnya adalah dosa atau maksiat, kenapa begitu? karena dosa itu akan membuat pelakunya akan sulit menjalani hidup, udara akan ia rasakan sesak, begitu juga dengan kursi yang empuk akan ia rasakan berduri, begitulah efek yang ditimbulkan oleh maksiat. hal ini tentunya akan berdampak sangat buruk kepada para penuntut ilmu pengetahuan yang dalam hal ini mungkin akan saya singgung rekan-rekan studi saya yakni para mahasiswa.

cobalah anda renungkan ketika anda baru saja selesai dari berbuat dosa, pasti yang anda rasakan adalah serpihan sesal yang begitu pekat menghampiri anda, itu karena dosa itu seperti sebuah lubang yang jika kita terjatuh didalamnya akan sangat sulit untuk kita bangkit, makin sering kita melakukan dosa maka semakin dalam pula kita akan tergelincir dalam kubangan malas. mungkin hal inilah yang sekarang ini sedang melanda kaum muda, mereka sering mengatakan diri mereka malas. belakangan ini kok aku sering malas ya?? aku kok males bener kalok mau baca buku!! dan berbagai keluhan lainnya yang muncul dari para mahasiswa, hal ini sangat memprihatinkan sekali.

dalam hal ini saya ingin mengemukakan hipotesa saya tentang hal-hal yang menyebabkan para pemuda merasakan hal ini. menurut saya hal itu terjadi karena kaum muda sudah tidak lagi memperhatikan nilai-nilai keagamaan yang sebenarnya menjadi pokok dalam membekali hidup mereka. yang kedua karena kurangnya bimbingan dari orang tua dan guru, maaf saya bilang guru, karena saya melihat sekarang ini dosen hanya membimbing mahasiswa sebatas jadwal kuliyah yang ada dikampus, setelahnya mereka hanya diam dirumah dan mempersiapkan mata kuliyah besoknya. bahkan yang sangat ironis, ada dosen yang tidak memperbolehkan mahasiswanya berkunjung kerumahnya, ia katakan bahwa urusan kampus harus selesai di kampus. begitulah yang terjadi, sehingga dalam keselanjutannya hal itu akan memicu terjadinya kemalasan pada diri mahasiswa, yang pada keselanjutannya pula, sifat mudanya akan muncul untuk berhuru-hara. yang ketiga yang membuat generasi muda kita menjadi malas karena kurangnya merek mempelajari kisah-kisah teladan dari para nabi rosul dan para salafussolih yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk membangkitkan sikaf religius dalam diri mereka.

saya pernah bertanya kepada teman-teman saya yang dalam perhatian saya masih sering berbuat maksiat, ternyata yang membuat mereka terus melakukan hal itu adalah karena mereka memandang bahwa jika sudah rusak ya.. rusak dah.. begitulah pemikiran pendek itu muncul dalam diri mereka, sehingga kesinambungan maksiat yang ia lakukan senantiasa berjalan dalam kehidupannya. hal ini membuat kita semakin prihatin.

padahal efek dari maksiat yang berkelanjutan sangatlah berbahaya, Rasulullah saw bersabda yang arinya: iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
begitulah efek yang ditimbulkan maksiat yakni akan mengurangi iman kita, dan itu sangat bebahaya sekali. tentang hal ini imam Ahmad Ibnu Athoillah mengingatkan kita: "jika seseorang seringa mengikuti hawa nafsunya maka ia telah menjadikan hawa nafsunya sebagai raja, dan jika ia telah menjadikan hawa nafsunya sebagai raja, berarti ia telah kehilangan separuh imannya, dan barang siapa yang telah kehilangan separuh imannya berarti ia telah menjerumuskan dirinya dalam lembah kehinaan".

tetapi janganlah maksiat yang telah terlanjur kita lakukan membuat kita putus asa dari rahmat Allah. Ibnu Athoillah berkata: "jika telah terlanjur berbuat dosa, maka janganlah hal itu membuatmu tidak istiqomah di jalan Allah, karena bisa jadi itu adalah dosa terakhir yang Allah takdirkan untukmu".

maka merupakan tugas kita bersamalah untuk menyelamatkan generasi muda dari lembah dosa yang akan menyebabkan mereka tidak bisa terbangun dari ranjang kemalasan.
akhirnya marilah kita memohon kepada Allah agar selalu menjaga kita dari berbuat dosa dan mengampuni dosa yang telah terlanjur kita lakukan. Amin.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz