Jumat, 11 Februari 2011

PUISI

Dilema Cinta

Sepoian angin menemaniku menorehkan isi hatiku, di malam yang sunyi ditemani dingin yang menusuk tulangku.
Kumulai dari sebuah masa sulit tentang cinta. Kala itu, aku tumbuh bersama bunga-bunga yang indah disampingku, disebuah taman yang sarat akan kedamaian.
Ketika hati mencoba mengenal sosok-sosok yang berada di sekelilingnya ia temukan sejuta makna dari satu karakter, semua itu ia uraikan dengan pengetahuannya sendiri tanpa rasa terikat dan teraniaya.
Salahkah jika ia harus memetik satu bunga dari sekian bunga itu yang ia anggap terbaik?
Waktupun berjalan, ilusi tetaplah sebuah hayalan, terkadang apa yang hati anggap baik tidak serta merta menjadi baik dalam kenyataannya.
Saat itu aku baru mengenal cinta, aku tidak mengerti apa itu kesetiaan dan penghianatan, maka dikala ia muncul dalam satu karakter, dimana penghianatan berbalut kesetiaan, aku jadi dihadapkan dengan kebingungan dan serpihan sesal yang senantiasa menyayat jiwaku.
Aku tau wahai bungaku, bahwa aku tidaklah terlalu mengenal cinta, berbeda dengan dirimu yang telah cukup kenyang berada di dalamnya. Tapi, satu hal mungkin yang engkau lupakan kekasihku, bahwa cinta telah menitipkan kesetiaan dalam jiwa-jiwa pecinta, menancapkan keyakinan dan pendirian yang teguh untuk menjaganya. Mungkin kekuatan yang cinta titipkan itulah yang hilang dari dirimu saat ini.
Aku tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku dengan sepenuh hatimu dan setia kepadaku. Namun salahkah jika aku percaya bahwa cinta itu seperti ini? Hingga aku menitipkan harapanku kepadamu dan berharap akan terwujud dalam satu ikatan suci cinta? Tapi apa balasan dari kesetiaan, keyakinan dan pendirian yang aku berikan kepada cinta? Dengan sadarnya engkau tersenyum dan mengatakan, “aku mencintainya”.
Kenapa kekasihku? Apakah engkau ragu dengan cinta? Maafkan aku kekasihku, semua ini terpaksa aku torehkan, aku tidaklah sanggup menahan semua ini. Aku tidak ingin ada dusta di antara kita.
Sekarang, lepaskanlah! Pergilah untuk sebuah cinta yang engkau dambakan. Dan biarkan aku tetap disini, menjaga cinta itu hingga suatu saat nanti aku tak sanggup lagi untuk meringkuhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz