Jumat, 04 Maret 2011

Fenomena Pertumbuhan Penduduk Indonesia


Pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin hari menunjukkan perkembangan yang pesat telah melahirkan berbagai macam persoalan di Negara ini. Dalam tulisan singkat ini saya ingin mengungkapkan hipotesis saya tentang hal ini, yakni bahwa perkembangan penduduk Indonesia ternyata memunculkan banyak konflik, dimana pangkal dari persoalan itu adalah kuantitas yang terus bertambah yang tidak diikuti oleh sumber daya manusia yang mendukung. Hal ini menyangkut aspek ekonomi politik sosial bahkan budaya.

Dalam hal ini saya mulai dari aspek ekonomi. Sudah barang tentu dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka akan membutuhkan lapangan kerja untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian pertumbuhan penduduk yang fantastik yang terjadi di Indonesia harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah demi mengantisipasi angka pengangguran yang seiring bertambahnya penduduk tentu akan memicu hal itu.

Kemudian dari aspek politik, perkembangan penduduk Indonesia akan memberikan dampak pada ranah perpolitikan karena dengan suara rakyat yang semakin bertambah dengan semakin banyaknya penduduk akan memunculkan konflik baru dalam dunia perpolitikan yang dengan hal itu akan menimbulkan kecurangan dalam pemilihan umum, sebagaimana yang kita lihat dewasa ini. Disamping itu juga pertumbuhan penduduk yang semakin menjadi akan menumbulkan aspirasi baru dari suara rakyat yang tentunya akan menyibukkan anggota DPR untuk membuat undang-undang baru atau merevisi yang lama sebagai langkah untuk mensejahterakan rakyat, namun demikian langkah yang dilakukan oleh anggota DPR kita masih terkesan lambat dan belum pro rakyat sehingga akan menimbulkan ketidakpuasan di hati rakyat dan tentunya akan mengganggu kedamaian Negara.

Selanjutnya dari aspek sosial, menurut persepsi kami, setelah mendengar dan menyaksikan dari berita dan membaca dari surat kabar atau Koran harian, ternyata aspek sosiallah yang paling besar mendapatkan dampak dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin meledak. Berikut sebuah pernyataan yang saya kutip dari Koran harian seputar Indonesia tentang masalah KB, “dengan klinik kesejahteraan keluarga, pelayanan yang diberikan bukan hanya pelayanan kontrasepsi melainkan juga konsultasi menyangkut seluruh masalah dasar ibu, anak, gizi, dan terutama tentang pentingnya program KB dan dampak ledakan penduduk”. Dari kutipan tersebut betapa sesungguhnya dampak dari pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan sosial, seperti kendala yang dihadapi oleh badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut.

Masih ada lagi dampak yang terjadi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, yakni akan menimbulkan banyak kriminalitas sperti yang terjadi belakangan ini, yang hal ini sangat bertalian dengan aspek ekonomi dan budaya. Seperti kasus yang terjadi di Probolinggo dan di daerah lainnya, menurut Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, bahwa kriminalitas yang terjadi belakangan ini lebih di picu oleh dendam pribadi yang di latar belakangi oleh faktor ekonomi, yang kemudian berkesimpulan bahwa penyebat terjadinya semua itu adalah karena masyarakat kita telah kehilangan struktur yang biasanya di jadikan tempat menyelesaikan masalah seperti: Tetua, Tokoh Masyarakat ataupun Ketua Suku.  Hal ini menurut persepsi kami muncul karena seperti yang saya kemukakan di muka adalah karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa diikuti oleh kualitas kemanusiaan dalam hal ini Sumber Daya Manusia itu sendiri.

Namun demikian pertumbuhan penduduk yang tinggi di bisa di manfaatkan untuk membangun Negara, karena pada dasarnya segala bentuk organisasi membutuhkan kuantitas untuk membuat suatu perubahan, lebih-lebih dalam ketatanegaraan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas untuk selalu dalam satu tatanan dan terformat dengan baik, sehingga dengan demikian segala macam konflik yang terjadi yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk akan bisa di hentikan atau paling tidak bisa di minimalisir.  

Sumber: Koran harian seputar Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz