Jumat, 22 April 2011

PUISIKU


KEKANG CINTA
Meraba masa lalu untuk membunuh cinta, menyaksikan lautan darah tentang kesakitan.
Mengenangmu adalah luka, menelantarkanmu aku tidak bisa
Cinta telah mengekangku dalam bayang-bayang semu, disaat bayanganmu perlahan meninggalkan taman kasih sayang.
Air mata takkan pernah mampu menebus luka, begitupun cinta takkan mampu mengembalikan senyumku.
Hujan telah menangis, dengan isyarat kegelapan yang mengiringi
Lentera-lentera jalan telah padam…
Gelap……
Sanubari tertusuk belati penuh racun
Kepergiannya entah begitu sederhana, sperti isyarat yang tak mampu ditangkap bunyi ketika gendang ditabukkan.
Aku masih sendiri dalam lipatan malam mengukirmu dalam sejarah kehidupanku.
Iya… aku memang tidak bisa memilikimu,
Namun aku pastikan cinta telah bersanding dalam keabadian,
Kekasih bisa saja mati, tidak demikian dengan cinta.
(20 april 2011).


HILANG
Di ujung patamorgana kehidupan
Jejak-jejak langkah kehidupan yang telah terurai bersama waktu kini mulai dihapus hujan.
Burung-burung kecil berterbangan diatas pohon yang mengering melawan terik matahari.
Di kejauhan sana kulihat peti mati berjalan, seolah membawa luka yang terpendam dari sisa perang kemarin.
Pengelanaan hidup yang telah aku rajut dengan benang cinta dan keyakinan, telah melahirkan kerinduan dan dusta. Melawan dia yang kini tengah bernyanyi, seperti budak menghibur raja.
Sepertinya ia tidak menghiraukanku… meski kini ia harus terbang dengan sayap-sayap cinta yang kemarin ia beli dari toko di samping rumah.
Keangkuhan benar-benar telah menguasai wajah itu, wajah yang dulu begitu mencintaiku begitupun aku.
Waktu memang menyimpan sejuta rahasia, seperti lautan yang menyimpan sejuta misteri.
Langkah demi langkah yang terjadi hanyalah awan pekat yang kini telah disapu angin.
Hujan telah menghapus jejak petualng sejati dari musim panas dahulu hinggi kini memasuki musim panas ketika rasa telah terpendar dalam selokan busuk di pedalaman kota.
Langkahnya begitu gontai seolah lupa pada orang yang telah membawanya.
Sosok merpati putih yang telah menjadi tunggangannya seolah ia sembelih di ujung waktu ketika tujuan telah bersandar pada pelabuhan kebahagiaannya.
Firasatku,, ia sedang bahagia, hingga sekedar untuk mengabariku tentang angin segar yang ia hirup kemarin tak sampai ke pendengaranku.
Cinta telah menutup mata, mengubur kisah di pelataran sungai kesedihan yang aku tunggu dengan penuh kesabaran.
Mata telah buta untuk melihat kasih yang terurai. Hati telah mati unutk merasakan duka.
Yang ada hanya kebahagiaan…
Yang ada hanya tangisan…..

 
SEPUCUK SENYUM DI UJUNG WAKTU

Sepucuk senyum di ujung waktu adalah wajahmu yang berbinar di tatapan terakhirku
Sepucuk senyum di ujung waktu adalah hadiah terindah untuk kukenang dalam lautan masa depan
Sepucuk senyum di ujung waktu adalah karangan bunga yang kau hadiahkan untuk pemakamanmu.
Senyum itu telah mengembang di ujung gerbang kematian, menanyakan sesuatu yang masih terngiang dalam jiwaku.
Ia mengalir seperti riukan air yang sangat tenang, mengelana mencari makna hidup di tengah-tengah kegersangan padang pasir.
Wajah tenang dengan senyum mengembang adalah lukisan terakhir yang kau persembahkan untukku.
Kan kubungkus lukisan itu dengan kain keabadian kemudian akan aku letakkan ia di langit-langit rumah harapan yang telah kita bangun bersama di pohon kerindangan yang mendamaikan.
Lentera pujangga sempat kau buat redup dengan tangisan yang tercipta dari kepergianmu. Ia sangat mencintaimu seperti hembusan nafas Tuhan di pagi hari yang kau rasakan saat kau dulu merindukan kasih sayang.
Begitu juga dengan kami, kami mencintaimu seperti riukan air sungai yang mengalir ke permukaan lautan mencari keberadaan diri yang kini telah kau tunggalkan.
Sepucuk senyum di ujung waktu adalah air yang engkau simpan untuk kami persembahkan di tempat terakhirmu.
(11 april 2011)

1 komentar:

muhasabah jiwa mengatakan...

this is poetry for my lover who has married... God bless her.

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz