Selasa, 14 Juni 2011

Kasus "otak aik tojang" di desa Lendang Nangka


Dikotomi Agama Dan Masyarakat Dalam Relasi Sosial
(Studi kasus perselisihan dalam pembangunan Objek Wisata di Desa Lendang Nangka)

Hubungan antara agama dan masyarakat, merupakan sebuah keniscayaan dalam bangsa indonesia, sebagaimana kita ketahui bahwa indonesia adalah Negara yang berideologi, dalam atian tidak boleh hidup di indonesia orang-orang komunis atau yang tidak mengakui Tuhan, hal ini terpatri dalam pancasila sila pertama.
Dalam perjalanannya, simbiosis antara agama dan masyarakat telah memunculkan buah yang manis dan kadang pula pahit, manis dalam artian hubungan membuahkan kedamaian dan ketentraman, dan kadang pula pahit, dengan artian, menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan menuai ketidak nyamanan dalam hidup bermasyarakat.
Dalam tulisan ini, saya akan mengangkat study kasus tentang hubungan antara agama dan masyarakat yang menimbulkan konflik. Kasus ini terjadi di desa saya di pedalaman Lombok sana, kasus ini bermula ketika inisiatif beberapa kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan sebuah lokasi mata air, yang disana dikenal dengan sebutan, “otak aik tojang” untuk dijadikan tempat wisata. Hal ini kontan membuat beberapa kelompok lain tidak terima dengan ide tersebut, mereka mamandang bahwa adanya tempat wisata di desa lendang nangka akan menimbulkan masalah, seperti akan merusak moral anak-anak desa dengan adanya impor budaya dari berbagai lapisan masyarakat nantinya jika hal itu terjadi. Sementara itu, kelompok yang mengusulkan pertama tersebut beralasan bahwa pembangunan objek wisata di lendang nagka penting untuk membantu perekonomian desa dan membuat lapangan kerja baru, sehingga masyarakat bisa bermata pencaharian di dalam desa tanpa keluar desa atau bahkan ke luar negeri.
Dari kasus di atas dapat kita lihat konflik yang muncul lebih disebabkan karena hubungan agama dan masyarakat yang tidak dimunculkan dalam konteks sosial, kelompok petama memandang dari sisi kehidupan sosial masyarkat, sedangkan kelompok kedua memandang dari sisi keagamaan, nah disana ada sebuah dikotomi antara agama dan kehidupan sosial yang pada hakikatnya hal ini tidak boleh terjadi karena pada dasarnya agama hadir untuk menimbang kehidupan bermasyarakat.
Untuk memperoleh jalan keluar dari permasalahan ini, dialog antara pihak pro dengan kontra penting untuk dilaksanakan, guna menemukan jalan keluar. tentunya kita tidak bisa menyalahkan pihak pro ataupun pihak kontra, karena pada dasarnya mereka semua benar dengan argumen yang mereka kemukakan masing-masing, hanya saja sikap pengertian, ketika sebuah pendapat kontraproduktif dengan apa yang diinginkan belum bisa ditumbuhkan  oleh kedua pihak guna menimbang permasalahan yang ada. Dalam dialog tersebut nantinya perwakilan dari kedua belah pihak harus mengemukakan alasan yang logis terhadap apa yang mereka argumenkan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dari kedua belah pihak, sehingga nantinya akan muncul kedua pendapat itu dalam sebuah persimpangan yang bisa digunakan untuk meredam konflik yang terjadi.
Dalam hal ini, peran tokoh agama ataupun tokoh masyarakat sangat penting bagi keberlangsungan dialog, karena biar bagaimanapun ideologi yang berkembang dalam masyarakat dewasa ini merupakan cabang dari ideologi tokoh agama di daerah yang bersangkutan, karena biasanya masyarakat yang sudah terlanjur terdoktrin dalam panatisme buta, hanya akan mengatakan dan mengerjakan apa yang diintruksikan oleh pak yainya. jika sang guru mengatakan A maka A lah yang akan mendominasi dan jika B maka B pula yang akan mendominasi. Tokoh agama tersebut nantinya diharapkan dapat mengambil jalan tengah antara kedua paham yang berlawanan tersbut untuk membuka jalan keluar agar masyarakat dapat menikmati apa yang mesti dinikmatinya.
Dengan demikian sepertinya penting untuk dilakukan rekonstruksi pemahaman dalam diri masyarakat guna meniti kehidupan yang menunjukkan hubungan yang harmonis antara agama dan masyarakat tanpa ada dikotomi yang berujung pada konflik nantinya.   

1 komentar:

GORESAN RAKYAT JELATA mengatakan...

mampir kesini juga meton
goresanrakyatjelata.blogspot.com

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz