Selasa, 21 Juni 2011

Meluruskan Sejarah Bapak sosiologi


BIOGRAFI SINGKAT IBNU KHOLDUN
(Meluruskan Sejarah Bapak Sosiologi)

Jika saya bertanya kepada anda tentang siapa bapak sosiologi?? Tentunya anda akan menjawab dengan sangat bersahaja bahwa bapak sosiologi adalah August Comte. Meski pada dasarnya jawaban ini merupakan jawaban yang keliru, namun para kalangan pelajar sudah maklum tentang hal ini. Dalam tulisan ini saya ingin mengemukakan tentang bapak sosiologi yang sebenarnya dan yang lebih berhak dikatakan sebagai bapak sosiologi yakni seorang ulama’ islam yang sangat soleh, Ibnu Kholdun, demikian  sebagaimana yang dinyatakan oleh Prof. Sati Al hasri.
Berikut boigrafi singkat Ibnu Koldun.
Ibnu khaldun (1332-1406) lahir di tunis pada permulaan ramadhan 732 H (27 mei 1332 M) dari keluarga andalusia yang berimigrasi dari andalusia ke tunis pada pertengahan abad ke 7 H. Nama lengkapnya adalah Waliy Al Din ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al Hasan bin Jabir bin Muhammad ibnu Ibrahim bin Abdurrahman bin Khaldun.
Asal usul ibnu Kholdun kembali ke Arab Yaman di Hadramaut. Dia memulai hidupnya dengan belajar hadits, fiqih maliki, ilmu-ilmu bahasa dan syair-syair, kemudian dia belajar manthiq, filsafat. Ibnu Khaldu menyaksikan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan hancurnya kekuasaan Islam terakhir di Andalusia dan lahirnya kekosongan pemerintahan yang tersebar di Afrika Utara. Selain dari itu, ia juga menghasilkan di Timur serbuan ras Tartar ke Negeri Syam di bawah pimpinan Timur Leng.
Peristiwa-peristiwa besar yang membawa kepada runtuhnya tatanan politik memberi bekas kepada pemikiran dan minatnya. Dia berjalan di bawah sinar sejarah sambil mengambil butir-butir ilmu pengetahuan yang akan membantunya mengarahkan interpretasi runtuhnya kekuasaan islam. Dia melihat bahwa sejarah penting untuk dipelajari. Dalam setudi sejarah di menggunakan metode baru yang berdasar pada penjelasan, analisis dan keterangan kausalitas (hukum sebab akibat) manegenai peristiwa-peristiwa. Dengan peristiwa-peristiwa sejarah itu, dia memikirkan perlunya ilmu baru yaitu Ilmu Peradaban. Pada zaman kontemporer ini ilmu baru tersebut disebut ilmu pengetahuan sosiologi. Sebagian ada yang menamakan temuan ibnu Kholdun tersebut dengan filsafat sejarah.
Pemikiran-pemikiran sosiologinya terkumpul dalam kitab beliau yang masyhur yakni Mukaddimah.
Dengan demikian sepertinya penting untuk kita meluruskan jalur sejarah, karena pada dasarnya yang berhak menjadi bapak sosiologi bukan August Comte tapi Ibnu Kholdun, karena pemikiran sosiologi Ibnu Kholdun jauh lebih dahulu dari pada pemikiran Augus Comte yakni dengan jarak 460  tahun. Allahu a’lam.

Sumber: Buku Agama dan Masyarakat, Pendekatan Sosiologi Agama. Karangan syamsuddin Abdullah.

1 komentar:

Ray RESTU FAUZI mengatakan...

Loh yang jadi bapak sosiologi Ibnu Khaldun apa August Comte sih??? hehe. visit juga www.ipb.ac.id

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz