Selasa, 21 Juni 2011

Memahami Kegagalan


Dalam paradigma kehidupan, tentunya kita semua tanpa terkecuali pernah bahkan sering merasakan kegagalan, mungkin juga saat sekarang ini ketika anda membaca tulisan ini. Kegagalan adalah sebuah keadaan yang menunjuk kepada tidak terwujudnya suatu impian. Kegagalan merupakan perasaan kecewa yang muncul ketika suatu harapan tidak terealisasi.
Sebagai seorang manusia, tentnunya hal ini akan melemahkan kita, kita akan merasa segalanya telah hancur, kita mulai menyalahkan diri, orang lain bahkan Tuhan. Sifat dasar yang kita miliki memang adalah berkeluh kesah, kita diciptakan Allah dalam keadaan lemah, maka disaat mahluk lemah tersebut diberikan sebuah ujian, maka seketika itu ia akan melemah.
Dalam tulisan ini saya ingin mengajak pembaca untuk memahami makna kegagalan. Sebagai seorang yang sering gagal saya ingin membagi keluh kesah saya kepada anda, bukan untuk menambah keluh kesah anda, namun untuk memahami hikmah dibalik kegagalan. Saya adalah siwa yang pernah dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional, yakni pada pengumuman kelulusan tingkat Madrasah Tsanawiyah. Saya pernah gagal untuk menjuari ajang perlombaan yang begitu bergengsi di sekolahan saya waktu MA. Sayapun pernah gagal melanjutkan studi di tahun pertama setelah kelulusan saya dari Madarasah Aliyah, dan yang paling pelik, saya pernah gagal menjadikan orang yang saya cintai sebagai pendamping hidup saya.
Saudaraku.... hal itu tidak menyiutkan nyaliku menjalani hidup, kunikmati jalur yang ditunjukkan Tuhan untukku, kurasakan kasih sayang-Nya ketika asa merebah di pelupuk senja. Kupahami setiap langkah waktu yang terekam waktu itu, kegoncangan jiwa begitu merasuk dalam sanubariku, namun hal itu tidak membuat aku harus menggulung permadani perjalananku. Dengan langkah tertatih aku berbisik dalam jiwaku, “kau tengah dalam lautan ujian”. Berjuta harap kutitip pada Dzat yang maha kuasa, berharap membangkitkan asaku yang mulai melemah itu. Hingga dalam perjalanan waktu Tuhan mulai menjawabku dan perlahan membangkitkanku dengan membuka jalan-jalan indah di terminal harapanku.
Ada sebuah argumen yang menarik tentang kehidupan ini, bahwasannya ketika kita diciptakan oleh Tuhan, kita telah ditentukan prosentase kegagalan dan prosentasi kesuksesan. Misalkan kita ditakdirkan dalam hidup mendapatkan kegagalan 20 dan kesuksesan 80, maka ketika sebuah kegagalan terjadi maka kegagalan itu telah terhapus satu dalam catatan kehidupan kita, dan semakin kita gagal, catatan kegagalan akan semakin dihapus, hingga nantinya yang tersisa adalah catatan kesuksesan yang ditakdirkan untukmu.
Untuk itu tantanglah kegagalan itu, karena sesungguhnya kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Pahamilah bahwa itu dari Tuhanmu, dan Ia tidak akan membebankan kepadamu diluar kemampuanmu. Syaikh ibnu Athoillah berkata: “sebenarnya kesusahan dari bencana yang menimpamu akan menjadi ringan apabila kalian mengetahui bahwa Allah SWT sedang mengujimu. Sebab Dialah yang sedang mengujimu melalui Qadar-Nya. Dia juga yang telah mengarahkan kamu untuk mengadakan pilihan yang baik”.
Tidak ada kenyataan yang kita hadapi saat ini adalah sia-sia, seburuk apapun itu Allah menyimpan rahasia dibaliknya. Ia tetap berdiri memandumu meski kau merasa dalam keheningan yang pekat. Rongrongan kegagalan adalah bisikan kasih sayang Tuhan. Ketika sejuta alasan memintamu untuk bersedih karena itu, buatlah semilyar alasan untuk tersenyum karena hal itu, dengan begitu Allah akan memeluk senyummu dan mengubahnya menjadi kebahagiaan, entah dalam kehidupan ini atau dalam kehidupan mendatang.
Rasulullah SAW bersabda: “jika ada dalam sebuah goa sempit bersemayam kesulitan, maka Allah akan menciptkan kemudahan yang akan menjemputnya dan mengeluarkannya dari goa itu”. Sesungguhnya dalam kesulitan itu ada kemudahan.
Saudaraku....
Jika kau menghardik Tuhan atau mengatakan Tuhan dengan sesuatu yang jelek karena keputus asaan yang menderumu, ketahuilah itu tidak akan mengurangi kemuliaan Tuhanmu sedikitpun, karena dia maha perkasa atas segala apa yang dituduhkan hamba kepada-Nya. Kita semua adalah fakir kepada-Nya, hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan memohon pertolongan.
Malang, 22 juni 2011.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz