Sabtu, 25 Juni 2011

Memaknai perpisahan


Malam penutupan kegiatan PKPBA, sebuah program di kampus kami, penuh keceriaan dan semangat kebersamaan. Mengerti betapa indahnya acara tersebut, nampak kekompakan para mahasiswa yang membanjiri pusat studi di kampus itu, aneka bentuk kostum dan peragaan dapat kita nikmati di malam itu, malam ketika waktu mengejewantah di pelupuk mata siapapun yang hadir tempat itu. Malam saat pemakaman untuk masa lalu dan menenggelamkannya dalam kuburan masa silam.
Satu persatu kelas mulai menunjukkan kebolehan masing-masing, memeragakan kepiawaian masing-masing dalam berperaga, hal itu menambah suasana hangat di malam yang mulai berbau dengan ketidakpahaman itu. Kurasakan waktu menjepit sendi-sendi dalam jiwaku memanah pemahamanku tentang makna perpisahan yang sesungguhnya. Dalam lentera malam yang mulai meredup oleh suara alat musik yang mereka mainkan menambah gema suara yang bertengkar di ruangan itu.
Ku terjaga dalam komunikasi yang sempit dalam jiwaku, ku duduk dalam nestapa yang aku hasilkan dari pehaman malam ini. Entah mengapa mereka bergembira ria di malam yang sebenarnya mereka harus menangis. Ku berpeluk bersama hatiku di salah satu barisan kursi yang tercipta permanen untuk penikmat pertunjukkan di tempat itu. Ku mulai merajut benang kusut yang melilit akal sehatku.
Malam itu kurasakan keanehan dalam jiwaku, sebuah perasaan yang berbeda yang ia torehkan dengan keadaan yang aku lihat. Seharusnya aku bisa ceria seperti mereka menekan malam dengan tawa yang tak terbendung...
Akupun berbisik lirih,,, bukankah malam ini malam terakhir? Akupun bertanya malam terakhir apa? Disambut sejuta ejekan dari jiwa-jiwa yang tak aku pahami keberadaannya, menyerbu lahan jiwaku.. hei!! Apa yang kau pikirkan wahai pemuda? Akupun dengan wajah heran menjawab... aku bingung...
Apa yang kau bingungkan? Aku menjawab, Aku merasa malam ini menjepitku..... lantas jiwa-jiwa itu terdiam sesaat,, seakan memikirkan apa yang aku katakan... lalu salah satu diantara mereka menyahut, bukankah malam ini malam kesenangan?? Akupun tersenyum, lalu menjawab, bukankah malam ini malam disaat kita akan meninggalkan surga yang bulum bisa kita nikmati???
Semua diam,,, malam menyergap semi... kini malampun mualai merasakan apa yang aku rasakan....
Suara perlahan keluar dan berbisik dalam pendengaran jiwaku... beruntunglah bagi yang memikirkan perpisahan, karena di detiap perpisahan ada senyuman Tuhan yang hanya bisa dirasakan dengan perenungan yang mendalam...
Aku berbisik,, ya Allah.... beruntungkanlah aku untuk mendengar bisikan kebahagiaanmu....

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz