Senin, 25 Juli 2011

indonesia telah gagal


Melihat tayangan berita-berita di televisi belakangan ini, kita merasa ada keanehan yang melilit di benak kita, betapa Nazaruddin seorang Anggota DPR yang merupakan mantan bendahara Partai Demokrat yang kini tengah kabur ke Singapura, telah cukup memberikan rasa geram kepada Pemerintah maupun masyarakat luas.
Anehnya, dalam pelariannya, Nazaruddin menyerang beberapa Anggota DPR yang terlibat dalam beberapa skandal kasus korupsi, dan tak ayal nama-nama yang diseret Nazaruddin merupakan orang-orang penting dalam pemerintahan, seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kemudian Ketua Menpora Andi Malarangeng, dan beberapa anggota DPR lainnya.
Dalam tulisan ini, saya ingin mengajak para pembaca untuk melihat lebih dalam realita ini, ada apa sebenarnya gerangan yang melanda bangsa Indonesia saat ini. Meski saya bukan orang Ahli Hukum ataupun Perpolitikan, namun saya adalah seorang rakyat bangsa Indonesia yang peduli terhadap bangsa ini, dan semoga apa yang kita cita-citakan terhadap bangsa Indonesia dapat segera terwujud sebagaimana amanat sila ke lima, meski permasalahan demi permasalahan tak kujung usai di bumi Nusantara ini.
Ketika dikonfirmasi oleh media, partai Demokrat yang pada kasus ini merupakan partai yang paling dirugikan karena ulah mantan bendaharanya itu, menolak pernyataan Nazaruddin, hal itu karena pernyataannya tidak berdasar. Kepala Dewan Kehormatan Partai Demokrat, dalam sebuah wawancaranya di media, mengatakan bahwa Nazaruddin bersikap seperti itu karena inkonsistensinya dalam Lembaga. Namun ada yang aneh, ketika Nazaruddin masih menjabat sebagai bendahara partainya, Ia tidak dikatakan seperti itu, justru setelah terjadi kasus seperti ini, baru pernyataan inkonsistensi itu muncul dari pihak partai.
Demikian gambaran sekilas kasus di tubuh partai Demokrat, namun jika diperhatikan lebih lanjut, kasus ini tidak hanya merupakan kasus Partai Demokrat, namun merupakan kasus bangsa Indonesia. sebagaimana kita ketahui bahwa partai Demokrat saat ini merupakan partai terbesar di Indonesia dan mayoritas bangsa Indonesia merupakan orang-orang Demokrat tentunya.
Jadi kasus ini merupakan gambaran lemahya bangsa Indonesia dalam menangani negaranya sendiri, atau dalam bahasa Karni Ilyas, “Indonesia telah gagal”. Gagal dalam mensejahterakan bangsanya, gagal dalam memberantas hama yang mengganggu perkembangan negaranya. Seharusnya hal ini harus ditanggulangi oleh semua pihak. Dari Presiden sampai masyarakat kecil. Akan tetapi sekandal yang kita temukan di tubuh Partai Democrat yang merupakan partai binaan Bapak Presiden merupakan kepiluan yang mendalam bagi masyarakat bangsa Indonesia.
Akan tetapi, kebenaran kasus ini belum sepenuhnya terbukti, ada analisa yang mengatakan bahwa, kasus ini merupakan upaya dari kelompok lain atau partai lain yang memiliki kepentingan untuk mengdegradasi Partai Demokrat agar bisa merebut tahta di pemilu mendatang.
Apapun kebenaran yang sebenarnya, yang jelas kasus tersebut telah membuat semangat bangsa Indonesia sulut. kini masyarakat Indonesia tengah dihadapkan pada keadaan yang membingungkan, mereka tidak tau lagi akan percaya kepada siapa, sosok figur yang kalem sudah tidak bisa lagi dipecaya, para wakilnya sudah tidak lagi memegang aspirasi mereka, yang ada hanya keperihatinan yang mendalam tentang bangsa yang terus terpuruk. Tangisan sudah tiada guna, Indonesia telah gagal.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz