Senin, 19 September 2011

Pancasila dan Pemuda


Sejauh ini, keberadaan pancasila telah cukup memberikan kontribusi yang sangat luar biasa dalam keberlangsungan Negara Indonesia, kenyataan yang terpahat dalam pola pikir bangsa adalah gambaran umum efek pancasila dalam eksistensi Negara Indonesia. Menjadi sudut pandang yang tak pernah luntur dari hati para bangsa Indonesia  seperti yang ingin dan senantiasa diimpikan dalam imajinasi dan nyata para pendirinya,
Pancasila sebagai bagian yang tak terpisahkan dari internal Indonesia menjadi kompas yang tertuang dalam pola pikir rakyat Indonesia yang harus diemban ketika cita-cita para pendiri negeri ini untuk senantiasa menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika. Namun jika melirik dewasa ini keadaan bangsa jauh dari cita-cita itu. bagaiman tidak, para Indonesia holic tak lagi melihat dan menanamkan pada benak mereka bahwa ada warisan leluhur para pendahulu untuk dijaga keutuhannya yakni PANCASILA…. Tanpa pernah kita pikir bahkan terbersit di pikiran kita saja tidak bahwa hal ini penting ketika banyak orang dari bangsa ini mempertanyakan mengapa Negara ini selalu saja terjebak pada hal-hal yang sama, tanpa ada penyelesaian yang tuntas mengenai kemerosatan moral para petinggi negeri ini dalam menjalankan roda politik yang bersih dan menjalankan demokrasi yang sesungguhnya tanpa ada unsur motivasi lain selain dari cita-cita pancasila itu sendiri.
Pemuda yang menjadi bagian dari bangsa ini agaknya perlu menjadi sorotan penting untuk senatiasa menjadikannya sebagai generasi terbaik untuk menopang regenarasi dalam mengemban tugas mulia yakni melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam menciptakan kemerdekaan itu. Kenapa pemuda??? Soekarno dengan lantangnya menyuarakan tentang dahsyatnya peran pemuda dalam segala perjalanan hidup termasuk dalam berbangsa dan bernegara “berikan aku 10 pemuda dan aku akan mengubah dunia”. kata-kata yang penuh inspirasi untuk para pemuda yang menjadikan dirinya penuh karya pada masa muda dengan semangat yang menyala untuk menuangkan segala ide dan karya terbaik untuk bangsa ini, telah banyak juga sejarah bercerita betapa pemuda selalu berada dan memegang peran yang begitu signifikan dalam setiap perubahan, untuk itu perlu kita pahami bersama ketika suatu Negara yang pemudanya saja sudah tidak peduli dan tidak mau tahu dengan cita-cita bangsanya dan keberlanjutan bangsa ini di mata dunia maka bisa dipastikan bahwa kita akan senantisa di hantui oleh banyang-banyang penjajahan yang tak ada akhirnya.
Sedikit kita menilik sejarah keemasan bangsa ini ketika estafet perjuangan itu diamanahkan kepada orang-orang yang bercita-cita dan bertekad kuat menjalankan roda perpolitikan dengan membersamai NKRI dan Pancasila dalam setiap keputuasannya dan dalam usia yang muda pada waktu itu mampu membawa Indonesia kedalam pintu gerbang kemerdekaan Indonesia hingga tak sedikit dari rakyat Indonesia selalu terharu dalam setiap upacara bendera pada hari senin dalam acara mengheningkan cipta “ dengan seluruh angkasa raya memuji pahlawan Negara, nan gugur remaja di ibahan bendera bela nusa bangsa kau ku kenang wahai bunga putra bangasaaaa…..harta jasa……kau cahya pelita bagi Indonesia merdeka,,,,jika kita kembali pada fenomena bangsa ini bahwa agaknya lagu ini sudah tidak bernyawa, semua telah sirna seiring dengan redupnya cita-cita besar untuk Negara ini….
Miris memang mengingat semua perjuangan yang telah dahulu dicetak oleh para pendahulu kita tak mampu dipertahankan oleh regenerasi bangsa ini, kita memang tak pernah pesimis dengan itu, tapi mengapa selalu saja ketika segelintir orang membela nagara ini dengan karya-karnya tak pernah di hargai, atau orang yang senantiasa bersimpati dengan keadaan bangsa ini namun hanya sebatas mengeluh dan menggerutu tentang betapa bejat moral para bangsa ini, ada juga hanya sebatas oh,,, Indonesia memang bagitu setelah itu hanya itu….ada juga yang berjauang mati-matian memepertahankan cita-cita itu, mereka yang duduk sebagai wakil rakyat yang kadang tak sedidkit yang tersandung oleh batu kebejatan moral dan bahkan tak sedikit dari mereka malah mengkhianati pancasila dan jatuh tersungkur dalam lembah kenistaan dan sulit untuk bangkit dari lembah itu karena mungkin dalam lembah itu ada melimpah madu tanpa mereka berpikir ada lebah sebagai yang empunya madu, tak takut lagi dengan sengatan para lebahnya karena kilau madu yang menggoda. yang paling sanyangkan adalah orang yang benar-benar tulus ingin menjaga kemurnian pancasila dalam setiap hal namun sekali lagi mengapa selalu langka orang-orang terakhir ini walaupun ada kberadaannnya selalu dibelakang tak dimuka, apakah ini menjadi sekenario tak terbaca bahkan tak terbahasa sehingga tak mudah di mengerti untuk khalayak bangsa ini…???? Bentuk keperihatinan memang tak sewajarnya di tampilkan ke muka yang senantiasa menjadikan nuansa penuh peluh dan airmata mengenang cita-cita besar itu tidak di imbangi dengan baik oleh para pemengang estafet itu.
Berkaryalah wahai para pemuda bangsa! tunasmu akan tumbuh seiring dengan bertambahnya beban bangsa ini di pundakmu, tunjukkan kepedulianmu dan buktikan dengan langkah real untuk membalas setiap tetes darah dan keringat para pahlawan demi tegaknnya masa keemasan bagi Negara dan Pancasila ini, tak ada hal yang sulit untuk mencetak kembali prasasti emas sejarah bangsa ini, seandainya semua orang tahu kandungan dahsyat penuh arti yang terselip di setiap sila pada pancasila menggambarkan betapa besar harapan yang diharapkan oleh para elit pahlawan untuk kejayaan bangsa ini yang belum mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan agaknya tak berlebihan jika diaanggap sebagai bangsa yang belum tuntas penjajahannya secara moral karena  kasat mata yang tak terdeteksi dengan baik. mana oknum yang akan paling bertanggung jawab atas segala keganjilan dan ketidak beresan dalm menciptakan perubahan di negeri menuju Indonesia yang lebih baik?
Dengan pancasila dan semangat juang pemuda, mari kita wujudkan kesejahteraan bangsa indonesia, jadikan pancasila sebagai benteng kokoh untuk menumpaskan penjajah moral bangsa ini. Karena hanya dengan keyakinan dan perjuangan, bangsa ini akan mendapatkan kembali citranya, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, mewujudkan persatuan bangsa, bijaksana dalam memimpin serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz