Kamis, 06 Oktober 2011

Borgol Kematian


Angin dingin mencengkrama tubuhku setelah lelah bersandar dalam gerak keseharianku.
Ku terpaku menatap langit gelap yang sepi dari taburan bintang,
sepertinya Tuhan tidak mengijinkan bintang untuk menghiburku malam itu,
Sebuah malam yang seperti kerikil tajam menghempas kaki mungil seorang bocah yang berlari kecil di pinggir pantai
hingga berbengkak luka dan bermandi darah di kakinya.
suara lembut awan tak terdengar oleh pendengaran jiwaku,
meski aku sempat berkelahi dengan bayang-bayang kedamaian yang aku paksakan.
Borgol kematian sepertinya mengikat tanganku yang bersandar dalam tiang lapuh yang berdiri di lapangan jiwa penuh kegersangan.
Bentakan dari arwah masa lalu terdengar beringas dan menakutkan,
menyapa relung hati dengan penuh kecurigaan,
sepertinya ia ingin memenjarakanku lagi di lahan kosong yang tak bertepi,,,
sebuah penjara jiwa yang dibangun oleh tingkahku sendiri.
Perlahan aku melawan serangan itu,
memukul mundur tentara asing yang aneh namun selalu saja menghampiriku itu…
Namun setiap kali aku menang, di saat yang sama aku tengah kalah,
Tidak pernah ada kemenangan untukku dalam peperangan itu,
selalu saja aku terkubur dan besok bangkit lagi,
dan di waktu yang akan datang ia akan mengunjungiku lagi,
menghujaniku dengan hujan api yang membakar lahan hijau yang sekiranya akan tumbuh menyapa harapan.
Hingga akupun hanya akan mengenal kematian, tanpa ujung yang pasti.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz