Minggu, 30 Oktober 2011

Revitalisasi Nilai Sumpah Pemuda

Dalam perjalanannya, bangsa indonesia telah mengarungi begitu banyak lautan sejarah. Hal ini membuat bangsa Indonesia kaya akan sejarah. Dengan hal itulah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia adalah momentum berharga yang harus di jaga dan dipelihara, Tokoh-tokoh sejarah harus diabadikan dalam museum-museum kepahlawanan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap mereka. Presiden pertama bangsa kita sudah dari dulu mengingatkan arti penting sebuah sejarah, “jangan pernah lupa pada jas merah” demikian pesan Bung Karno yang masih abadi hingga saat ini.
Begitu banyak masa bersejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia, diantaranya adalah sebuah peristiwa yang sangat mendasar dalam pencapaian kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu saat pemuda berkumpul untuk menyatukan kekuatan mereka, membakar semangat untuk mengusir penjajah dan menetapkan kedaulatan bangsa Indonesia, menentukan bahasa persatuan, menetukan tanah air yang kita cintai ini, dan membawa bangsa menuju gerbang kemerdekaan, yakni deklarasi Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada tanggal 28 oktober 1928 adalah peristiwa sejarah yang menjadi cambuk motivasi bangsa Indonesia menuju perjuangan mewujudkan kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya. Dalam sumpah pemuda, tersirat nilai pentingnya sebuah persatuan untuk menaklukkan cita-cita luhur bangsa kita. Muhammad Yamin, salah satu tokoh pencetus Sumpah Pemuda, mengingatkan Bangsa Indonesia saat itu akan pentingnya persatuan dengan para pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Sehingga dirumuskanlah sumpah pemuda yang berisi tanah air Indonesia yang satu, bangsa Indonesia yang satu dan bahasa Indonesia yang satu.
Lahirnya sumpah pemuda merupakan bentuk semangat juang para pemuda bangsa dalam merintis kemerdekaan bangsa Indonesia, yang hal ini berpengaruh terhadap semangat juang bangsa secara umum. Nilai sumpah pemuda yang lahir waktu itu, begitu besar bagi bangsa Indonesia. Dari batang sejarah, kita dapat mengambil empat nilai dasar sumpah pemuda: nasionalisme, tekad, persatuan dan perjuangan. Keempat nilai dasar ini, jika bisa dikonsumsi dengan baik kembali saat ini oleh pemimpin dan generasi muda, maka harapan untuk Indonesia lebih cerah dan berdaya saing bukanlah mimpi semata.
Dewasa ini kita melihat keadaan bangsa yang mungkin lupa akan nilai-nilai dasar sumpah pemuda itu, bangsa Indonesia mulai lupa akan “jas merah” mereka itu. bangsa kita sekarang terkesan amoral, para pemimpinnya membudaya dalam korupsi, degradasi moral pemimpin begitu Nampak kita rasakan, Jutaan anak terlantar, tanpa pendidikan, tanpa harapan. Mereka terkekang dalam kebodohan karena pendidikan yang mahal. Mereka terkekang dalam kemiskinan karena kapitalisme yang tak terbendung, tinggallah mereka mengubur mimpi mereka dalam ketidak mampuan. sementara pemimpin mereka, asyik dengan laptop tunjangan mereka, dengan mobil dinas mereka, serta menghabiskan waktu dengan “berlibur” ke luar negeri.
Seiring berjalan waktu, pemerintah mulai sadar akan kezholimannya terhadap rakyat, belakangan kita mendengar reshufle kabinet oleh presiden, berharap akan menteri yang lebih dedikatif dalam menyikapi permasalahan masyarakat. Kita tunggu saja apakah resufle mampu untuk mengatasi permasalahan yang menumpuk dan tidak jelas ini.  
Pada saat yang sama, permasalahan sosial masyarakat juga semakin parah, terutama permasalahan anak muda yang semakin tidak bisa diatur. kaum muda sepertinya terkontaminasi dengan beragam fasilitas elektronik dan program yang disajikan media massa. Degradasi moral pemuda pun tidak bisa dielakkan, pemuda terkesan arogan dan apatis terhadap persoalan masyarakat, mereka lebih suka hura-hura, ngebar dan free sex. Keadaan ini tentu sangat memperihatinkan, karena jika pemuda kita rusak tentunya regenerasi kepemimpinan akan nihil, calon pemimpin bangsa sudah ambruk duluan, maka mau dibawa kemana bangsa ini?
Melalui momen sumpah pemuda ini, ada baiknya kita mengoreksi pemimpin dan regenerasi pemimpin kita, nilai-nilai dalam Sumpah Pemuda perlu digali kembali dan diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk karakter anak bangsa yang bisa diandalkan ke depannya. Belakangan ini, para penggerak partai politik mulai sadar akan pentingnya regenerasi pemimpin dengan cara menyiapkan kader yang benar-benar dapat diandalkan, dan hal ini diharapkan dari kalangan muda untuk menjadi penerus bangsa. “Pemimpin yang ideal memang dari kalangan kaum muda karena lebih menjanjikan karakter yang dinamis, berani ambil terobosan dan progresif”. Demikian pernyataan wakil ketua umum partai Gerindra, Fadli Zon pada salah satu media massa. Sejalan dengan hal ini, jauh sebelumya, Poernomowulan dan Sarmidi Mangoensarkoro yang menjadi pembicara pada Rapat kedua Sumpah Pemuda berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Dengan demikian sudah seharusnya kita kembali menengok sejarah kita, agar jalur kita tidak terseret ke demoralisasi yang lebih ganas.
Satu hal yang mesti kita ingat, bahwa sumpah pemuda merupakan bukti otentik kelahiran bangsa Indonesia, sekaligus lambang perlawanan terhadap kaum kolonial yang telah memonopoli seluruh sektor kehidupan bangsa Indonesia, sehingga kita hidup dalam kekangan yang memperihatinkan. Jika dari masa sulit itu kita dapat bebas dengan semangat sumpah pemuda, saya yakin permasalahan bangsa kita saat inipun tidaklah mustahil untuk kita selesaikan dengan membangkitkan kembali semangat sumpah pemuda itu sendiri.
Maka dari itu, melalui peringatan hari sumpah pemuda ini, mari kita tingkatkan semangat persatuan dan perjuangan kita selaku warga Negara. kolaborasi pemimpin dan pemuda sebagai calon pemimpin harus lebih di intenkan lagi, karena jika kita lihat historisnya, sumpah pemuda merupakan hasil nyata dari kerjasama pemimpin dan pemuda kita pada masa lampau. Nilai-nilai dalam sumpah pemuda harus semakin diimplementasikan, guna menyelamatkan demoralisasi pemimpin dan pemuda yang kini semakin memperihatinkan, sehingga diharapkan akan terbentuk generasi bangsa yang mengadopsi nilai-nilai sumpah pemuda dan menerapkannya dalam perjuangan dan pengembangan bangsa Indonesia. Semoga!  

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz