Minggu, 06 November 2011

Antara Negeriku dan sejarahnya


Gemerincing waktu menghempas perjalanan negeriku
Dulu perjuangan, sekarang hanya kenangan
Runtutan peristiwa masa lampau
Kini telah merantai menuju masa kini
Roda sejarah terhenti
Negeriku tergeletak di ujung sejarah,
Tertimpun reruntuhan perjuangan.

Pahlawanku…. Banyak jasanya
Namun generasinya banyak lupanya.
Negeriku.. banyak sejarahnya
Namun rakyatnya, banyak pula membuangnya…

Pemimpinku…. Adalah orang-orang tangguh
Namun kerjanya, suka menangguh-nangguh..
Kekayaan negeriku berlimpah-limpah
Namun hanya  menterinya yang bisa bermegah-megah,
Sementara rakyatnya, harus merana dalam himpitan susah.
Katanya, pemerintah kami itu bijaksana,
Tapi, dikritik sedikit merah telinganya..

Negeriku sekarang liar….
Sejarah telah dilupakan,
Perjuangan pahlawan seakan dicampakkan
Para koruptor masih saja nyaman.

Puluhan tahun lalu sang proklamator mengingatkan
“agar jas merah selalu dihidupkan”
Tapi mungkin jiwa mereka telah mati
Pesan hanyalah nyanyian basi,
Hingga sekarang, tendang sana, tendang sini
Tak peduli akan rakyatnya yang minta dikasihani.
Tak peduli akan rakyatnya yang mati.

Seharusnya mereka belajar dari sejarahnya,
Memetik buah darah dari para pahlawannya
Belajar arti kewajiban,
Belajar arti perjuangan
Agar hati tak menjadi liar
Rakyatpun bisa belajar moral.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz