Rabu, 09 November 2011

Jejak-jejak cinta

Sesosok gadis menjelma dalam kehidupanku,
Nampak jubah kemuliaan menyelimuti tubuh indahnya,
Seperti malam yang dibalut cahaya rembulan,
Matanya, seperti bintang-bintang yang bertebaran di angkasa,
Menyeruput dalam heningnya malam di bumi jiwaku.
Kusaksikan wajahnya yang terbentur garis suci tuhan,
Terpatri seperti penunggu syurga yang menanti penghuni syurga.
Berharap bahwa penghuni surga itu adalah aku,
Mencumbuimu dalam takdir Tuhan yang memihak kepada kita.
Aku menunggumu, seperti kegersangan bumi yang telah lama dijamah kemarau
Menanti belaian hujan yang menghapus sendi kering dalam lahannya,
Namun jiwaku begitu lelah menantimu,
Menyandarkan tubuhku pada tiang kusam di persimpangan jalan,
Tidaklah mencairkan jiwamu untuk sekedar menengok hasrat suciku
Kau tetap acuh terhadap keberadaanku,
Meski setiap kali kau tengok aku dalam bentang kehidupanmu.
Aku terus abadikan engkau dalam bait puisiku,
sementara kau tetap terlelap dalam lipatan diam yang menusuk jiwa,
tapi…..
kenapa aku tak bisa membencimu?
Atau sekedar terselip bosan dalam jiwaku, Untuk tidak lagi mengagungkanmu?
Seakan ketidakpedulianmu adalah cambuk yang terus memacu lidahku
untuk terus memujamu..

2 komentar:

Nunik Jam'ani mengatakan...

Backgroundnya apa nggak tertalu mencolok??
Itu hijaunya ngejreng banget kak, edit pake yang kaleman aja..
Lok dibaca bikin sakit mata duluan..
Hee saran aja sich..

Tapi buat tulisannya g di ragukan lagi, keren kok!

Muhammad War'i, S.S., M.Hum. mengatakan...

hehe, siapp...

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz