Selasa, 07 Februari 2012

Tentang Cinta


Cinta adalah kematian, bukan kematian yang meniadakan kehidupan, tetapi kematian yang mengekalkan kepanaan. Karena cinta tak pernah berdusta meski terkadang kita memandang keruh terhadapnya. Cinta adalah genggaman yang di dalamnya bara api yang membara, sementara tangan begitu tergesa-gesa memegangnya, maka tangan itu adalah lisan. Ketajaman bara cinta mampu mengelupas segala yang disekelilingnya. Cintalah yang memegang hidup, bukan hidup yang menentukan cinta.
Terkadang beberapa orang atau bahkan kebanyakan manusia memandang cinta sesuatu yang sakit, cinta adalah dusta, cinta adalah kebohongan, cinta adalah kesakitan, bahkan ada yang lebih bodoh terhadap cinta dengan mengatakan cinta adalah buta. Akan tetapi hal itu sesungguhnya tidak pernah melemahkan cinta dari makna yang sebenarnya. Cinta tetap berdiri dalam hakikat yang sesungguhnya. Bahwa cinta adalah kedamaian dan ketentraman.
Kebanyakan manusia memaknakan cinta dengan ketergesa-gesaannya karena badai cinta yang menghampirinya. Sejenak saja seorang mengenal cinta kemudian ia akan menuliskan kisahnya dengan tinta emas dan membanggakannya dengan penuh kebahagiaan serta memuja sang kekasih dengan penuh pujaan jiwa. Kemudian ketika hamparan waktu berbisik sedikit saja tentang kegoncangan, pemahaman yang dangkal itu sejenak lupuk dan menjadi kekeliruan yang memaksa cinta menjadi sangat ternoda, saat itu lisannya akan berubah menjadi kegeraman yang pekat, pujiannya akan menjadi hujatan yang dahsyat. Begitulah cinta yang menghampiri beberpa manusia yang baru masuk sebuah gerbang baru dalam hidup yaitu gerbang keremajaan.
Jika sesorang telah sampai kepada makna cinta yang paling dalam, maka tiada pernah kesakitan, tiada wujud penghinaan, bahkan tak pernah ada kebutaan atau semua bentuk makna cinta yang terlontar dari mulut orang yang telah berkelahi dengan masa sempit dalam ruangan cinta. Cinta adalah kemenangan sejati, cinta selalu bertahta dalam senyuman kebahagian di relung jiwa. Karena ketika sebuah penghiantan terjadi dalam lahan cinta, maka orang yang sudah dalam lorong paling dalam tentang cinta, ia akan menyaksikannya sebagai jalan hidup yang dipilih orang yang ia cintai. Ia tak akan pernah terluka akan hal itu karena jiwanya telah terselimut keridhoaan atas kebahagiaan sang kekasih.
Orang yang telah besar dalam cinta, ia akan memandang kegagalan cinta menjadi kesuksekan jiwa. Karena ketika ia mencintai seseorang, ia telah lebih dahulu menanamkan tekad kuat dalam jiwanya, yaitu tekad untuk melihat kebahagiaan hati orang yang ia cintai atau karena sebuah cinta yang lebih ia sukai menanamnya untuk memelihara kerinduannya dalam memandang kebahagiaan orang yang ia cinta sehingga ia akan tetap diam dalam gelora cinta yang selalu tertanam dalam jiwa untuk memlihara keyakinan jiwanya melindungi senyum kekasihnya.  
Cinta adalah keabadian untuk selalu melihat kebahgiaan sang pujaan hati. Cinta adalah ketentraman dan kedamaian. Cinta adalah kejernihan yang membeningkan jiwa untuk memaknakan selalu apa yang kurang indah di dalam pemikiran tentang kekasih dan takdir cinta. Cinta adalah keridhaan hati menjalani takdir Tuhan.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz