Sabtu, 10 Maret 2012

Sejarah Bahasa Semit dan Ciri-cirinya

Dewasa ini apa yang disebut bahasa-bahasa semit dapat digolongkan sebagai berikut:
1.      Setengah kawasan bagian utara:
Timur: Akkad atau Babylonia, Assyiria
Utara: Aram dengan ragam timurnya dari bahasa Syria, Mandaea dan Nabatea serta ragam baratnya dari Samaritan, Aram Yahudi dan Palmyra
Barat: Foenisia, Ibrani, Injil, dan dialek Kanaan lainnya.
2.      Setengah kawasan bagian selatan:
Utara: arab
Selatan: Sabea atau Himyari, dengan ragam dari dialek Minaea, Mahari, dan Hakili dan Geez atau Etiopik dengan ragamnya dari dialek Tigre, Amharik, dan Harari.
Hampir semua dari bahasa-bahasa ini kini sudah punah, hanya bahasa Arab yang masih hidup.
Beberapa riwayat tentang asal bahasa arab:
  • 1.      Bahasa arab muncul pertama kali dari Arabia utara, yang mana wilayah ini merupakan wilayah keturunan ismail yang bermukim di makkah. Kemudian ismail menikah dengan salah seorang wanita dari suku jurhum penduduk pribumi wilayah ini dan mempunyai dua belas putra dan menjadi pendiri suku-suku yang hidup di seberang jazirah kecuali sebelah selatan dan barat daya. Orang-orang jurhum kemudian mengikuti agama, budaya dan bahasa ismail sehingga patut disebut musta’robah.
  • 2.      Bahwa kemunculan bahasa arab pertama kali dari Arabia selatan. Dimana raja pertama dari jazirah ini adalah ya’rub bin qohthon. Sementara ya’rub adalah orang yang mengalami arabisasi di negerinya. Tradisi memperkuat ini dengan menyebut Arabia selatan al’arab al musta’ribah. Ya’rub kemudian banyak mengkampanyekan tentang bahasa arab sehingga bahas-bahasa yang ada sebelumnya menjadi punah.
  • 3.      Asal usul semua orang arab yang berasal dari ismail maupun dari ya’rub berasal dari satu sumber yang lebih jauh yaitu al arab al’aribah (orang arab asli yang melakukan arabisasi) yang tempat tinggalnya adalah bagian utara jazirah arabia, mereka juga disebut al ‘arab al ba’idah (orang arab yang punah).
Bahasa arab merupakan bahasa semua bangsa arab di jazirah bahwa bahasa arab digunakan oleh orang makkah dan orang arab selatan sejak dahulu kala sebagai konsekuensi bergeraknya penduduk ke wilayah itu, dan akhirnya bahwa gurun merupakan tempat lahir suku-suku yang bermigrasi dan tempat lahir bahasa mereka, bahasa arab.
Sifat bahasa-bahasa semit:
1.      Triliteralitas yaitu kata-katanya terdiri dari akar tiga konsonan  dan derivative dari akar ini. Ini adalah ciri khas dari bahasa smit.
Bahasa arab dalam bentuk klasiknya adalah Ursmitisch atau bahasa asli yang menjadi sumber dari berbagai bahasa semit dan dari bahasa asli inilah ragam bahasa semit muncul sesuai dengan tingkat pengalaman.
2.      Fonetik
Bahasa-bahasa semit memiliki abjad yang terdiri dari:
a.       Enam gutural (suara garau/ tekak)
b.      Dua palatal (didekatkan ke langit-langit)
c.       Dua labial (bibir)
d.      Lima uvular (diucapkan dengan getaran anak lidah)
e.       Dua linguo-dental (lidah gigi)
f.       Tiga sibilant (bunyi berdesis)
g.      Enam liquid (konsonan)
h.      Enam sepiran.
3.      Tata bahasa
Bahasa-bahasa smit selalu berubah (berinflaksi)
4.      Kosakata dan ketepatan
Bahasa-bahasa semit memiliki banyak kosakata, dengan banyak kata untuk satu objek.
5.      Sintaks, gaya dan sastra
Dalam bahasa-bahasa smit sintaks terdiri dari kesederhanaan artikulasi dan kejelasan persepsi. Dalam bahasa arab kefasihan sering didefinisikan berdasarkan ketepatan, ketelitian, atau kejelasan. Keringkasan ungkapan merupakan kebajikan sastra dan memadatkan pengertian yang luas menjadi beberapa kata yang mudah dipahami dan dihafal merupakan kekuatan khas dari semua produk semit.
6.      Tidak adanya kata gabungan
Bahasa-bahasa semit hampir tidak dijumpai kata gabungan.

Sumber: Atlas sejarah dunia islam

1 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz