Sabtu, 01 September 2012

Membaca Indonesia

Hawa pesimisme terhadap kebangkitan bangsa Indonesia dewasa ini nampaknya tengah merebah di masyarakat, rakyat sudah jarang bahkan tak mau lagi menggubris tingkah konyol para pemimpin negara, masyarakat telah bosan untuk mendengar kasus-kasus korupsi yang tak kunjung usai, bahkan tak mau lagi membaca indonesia, apatis dan putus asa. mereka berdalih bahwa tak ada gunanya lagi untuk membicarakan bangsa yang sudah terlanjur edan.
Namun sepertinya hawa tersebut tidak menghampiri organisai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Ampel Malang. Pada tanggal 7 mei 2012 organisasi tersebut mengadakan acara dialog kebangsaan. Acara ini merupakan rangkaian dari acara peringatan hari ulang tahun (HARLAH) organisasi itu. Dialog kebangsaan yang dilaksanakan di Auditorium Gedung Pasca Sarjana UIN Maliki Malang tersebut mengangkat tema “Membaca Indonesia”.
Acara ini bisa dibilang cukup menarik, disamping karena tema yang diangkat benar-benar merupakan bentuk kegelisahan mereka terhadap suasana bangsa, juga karena pemateri yang dihadirkan merupakan tokoh-tokoh yang cukup berkompeten, sehingga tak heran antosiasme peserta sangat luar biasa. Hadir pada acara tersebut sebagai pembicara adalah: Bapak Agus Sunyoto seorang Sejarawan dan Budayawan, Bapak Muhtadi salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang dan yang terakhir adalah salah seorang Anggota DPRD kota malang bernama Bapak Sutiaji.
Uraian yang disampaikan para pemateri juga cukup menarik, secara umum para pemateri mengajak para peserta dialog agar situasi bumi pertiwi yang kacau ini tidak membuat kita pesimistis terhadap kejayaan bangsa Indonesia yang pasti akan terwujud pada masanya nanti. Bapak Sutiaji mengungkapkan betapa beliau sangat ingin memberikan segalanya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Pada kesempatan itu pula bapak yang dikenal kritis di lingkungan pejabat pemerintah itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap tingkah para pejabat negara yang seolah tak peduli dengan rakyat mereka.

Lebih menarik lagi adalah uraian yang disampaikan bapak Sunyoto. Ditinjau dari sejarahnya bangsa Indonesia terlahir dari perpaduan budaya yang beragam dan luhur, kata Bapak yang dikenal religius tersebut memulai penjelasannya. Beliau mengatakan bahwa yang membuat bangsa Indonesia kacau pada saat ini adalah karena hilangnya moralitas bangsa dan lalainya masyarakat Indonesia dalam menjaga kearifan lokal sehingga bangsa kita seakan kehilangan jati drinya. Ditambah lagi dengan arus modernisme yang sangat deras menderu bangsa ini sementara masyarakat menerima tanpa saringan, sehingga nila-nilai budaya sendiri tergerus.
Mengenai kasus korupsi yang merajalela dewasa ini, Bapak Agus menilai bahwa hal itu terjadi karena mentalitas maling yang dimiliki oleh para koruptor sehingga ketika mereka (para koruptor) diamanatkan untuk memimpin Negara, mereka tidak menunaikan amanat secara benar namun justru memperkaya diri dengan jabatan tersebut.
Mengakhiri uraiannya, bapak yang telah cukup banyak menulis buku tersebut menandaskan bahwa untuk mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia, harus dengan memfilter ketat budaya-budaya asing yang masuk dan kembali ke nila-nilai budaya sendiri.      

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz