Rabu, 19 Desember 2012

Apotek, Rumah Sakit dan Kesehatan di Arab Saudi


PENDAHULUAN
Latar belakang
Kesehatan adalah hal yang sangat urgen dalam kehidupan manusia. Tanapa kesehatan manusia tidak bisa melaksanakan aktifitasnya seperti biasanya. Hal ini tentunya membutuhkan kepedulian masing-masing insan terhadap kesehatan masing-masing. Pentingnya kesehatan membuat ia tidak menjadi urusan masing-masing individu, namun telah menjadi kewajiban komunal. Dalam hal ini kelompok, instansi maupun pemerintah.
Seluruh Negara di dunia memiliki bidang khusus yan menangani masalah kesehatan ini. Seperti di Indonesia misalnya, memiliki departemen kesehatan yang dipimpin oleh mentri kesehatan. demikian pula dengan Negara-negara tentangga maupun yang lainnya.
Untuk menunjang kesehatan, tentnunya ada perangkat-perangkat meteri yang dibutuhkan. Seperti sarana kesehatan maupun obat-obatan. Dalam hal ini rumah sakit dan farmasi menjadi pokok utama. Rumah sakit penting untuk sebagai pusat kesehatan masyarakat yang ada di suatu tempat pun demikian juga dengan obat-obatan yang menjadi konsumsi para penderita yang sakit.
Di Negara arab, kesehatan dan perangkat-perangkat yang mendukung akan hal itu, telah diusahakan secara maskimal oleh pemerintah arab Saudi. Hal ini mengingat Negara arab adalah Negara yang wajib akan dikunjungi oleh jutaan manusia dari berbagai Negara di belahan dunia untuk menunaikan rukun islam yang ke lima.
Dalam makalah ini, akan dipaparkan bagaimana rumah sakit, apotek dan kesehatan di Negara arab, yang mana hal itu penting untuk informasi bagi yang akan menunaikan ibadah haji maupun umarah, atau sebagai perbendaharaan pengetahuan khususnya bagi pengkaji timur tengah.
semoga makalah ini bermanfaat bagi semua, dan bernilai ibadah di sisi-Nya. Terlepas dari segala kekurangan dan kekhilafan yang pasti ada.

Rumusah masalah
Dari paparan di atas, dirumuskan masalah:
1.      Bagaiaman kegiatan farmasi dan keberadaan apotek di Arab Saudi?
2.      Bagaimana rumahsakit- rumah sakit di sana?
3.      Bagaimana Kesehatan di Negara arab?

Tujuan
1.      Mengetahui kegiatan farmasi dan apotek-apotek yang ada di arab Saudi.
2.      Mengetahui rumah sakit- rumah sakit yang ada di arab Saudi.
3.      Mengetahui tingkat kesehatan di Arab Saudi. 


PEMBAHASAN
Apotek
Saudi Arabia adalah Negara dengan penduduk yang tidak begitu banyak, sehingga untuk tenaga kerja mereka banyak mendatangkan dari Negara tetanga di sekitarnya bahkan dari Indonesa (yang kita kenal dengan istilah TKI)[1]
Di mekah dan madinah secara umum kegiatan kefarmasian hampir sama dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia di sebut Apotek, disana disebut Pharmacy, Luas apotek/Pharmacy mulai 15m2 hingga lebih dari 100m2. Jarak antar apotek/Pharmacy kurang lebih 50 s/d 100 m
Disana ada apotek milik perseorangan seperti Al nada Pharmacy dll. Namun ada pula milik pengusaha besar seperti Al Nahdi Pharmacy, United Pharmacy, Taher Pharmacy dll.
Seluruh pelayanan kefarmasian di apotek/pharmacy dijaga oleh pharmacist, tidak ada tenaga selain apoteker/pharmacist diapotek/pharmacy (PSA,AA,Juru resep sekalipun), padahal tenaga pharmacist di saudi arabia relatif sedikit, kebanyakan pendatang dari negara lain - jazirah arab (iran, yaman, oman, india dll) namun betapa besar perhatian pemerintah pada dunia farmasi di sana.
Apoteker di arab Saudi, banyak berasal dari luar arab, seperti oman, mesir, turki dan sebagainnya. Hal ini sebagaimana dipaparkan di muka salah satunya disebabkan karena penduduk arab tergolong sedikit (kebanyakan pendatang). Namun demikian hal itu tidak mengurangi para apoteker begitu dihormati di Negara arab, hal ini karena orang arab menilai bahwa profesi apoteker merupakan profesi yang mulia.
Semua kegiatan kefarmasian baik pelayanan maupun kegiatan administrasi dilaksanakan oleh Pharmacist. Dan mereka memunyai wewenang penuh dalam memberikan obat kepada pasien di pharmacy tersebut. Seperti contohnya, clinical Pharmacist mereka mengiyakan dan melakukan semuanya itu.
Apotek terbesar di kota madinah adalah Al Nahdi Pharmacy, al Nahdi Pharmacy termasuk jaringan apotek terbesar di Saudi Arabia ternyata semuanya sama dijaga oleh Pharmacist saat jam buka Apotek/Pharmacy bahkan terkadang dua atau tiga saat jam buka Pharmacy.
Pelayanan kefarmasian di negeri Saudi Arabia sangat bagus dan mereka bangga dengan semua ini, tidak perduli itu milik konglomerat/perorangan semuanya tetap dijaga Pharmacist saat jam buka pharmacy[2].
Rumah Sakit.
Rumah sakit pertama di arab Saudi adalah rumah sakit yang didirikan oleh khalifah Harun Arrasyid pada masa Dinasti Abbasiyah. Rumah sakit ini sekaligus sebagai symbol kebangkitan peradaban bangsa arab dalam bidang kesehatan. Berdirinya rumah sakit ini tak terlepas kemajuan intelektualitas para pemikir arab waktu itu, yang mana pada masa ini ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang pesat[3].
Kisah ilmiah mengenai mekanisme yang dilakukan para pemikir sebelum mendirikan rumah sakit, cukup sebagai bukti betapa rasionalitas intelektualitas begitu mendalam dimiliki oleh para pegiat ilmu kedokteran waktu itu.
Kini bangsa arab telah sangat matang dalam bidang teknologi kesehatan, hal ini dapat dilihat pada rumahsakit-rumahsakit yang tersebar di Negara arab, megah dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas mewah dan canggih. Misalnya pada rumah sakit king abdul aziz di Jeddah, rumah sakit di makkah maupun yang di madinah[4].
Pelayanan rumah sakit di Negara arab secara umum masih bergantung pada doktrinasi agama islam. Hal ini terlihat dari klasifikasi pasien wanita dan pria. Sehingga pelayan, dalam hal ini dokter maupun suster dan lain sebagainya juga terklasifikasikan berdasarkan hal tersebut. namun demikian kualitas pelayanan di rumah sakit- rumah sakit cukup professional. Pelayanan rumah sakit tidak pandang bulu, sehingga konsumen (masyarakat) merasa puas dengan pelayanan rumah sakit[5].
Meskipun secara umum. Pelayanan rumah sakit di arab Saudi memuaskan, namun di beberapa pemberitaan di media massa yang penulis dapatkan, ada beberapa rumah sakit yang pelayanannya tidak professional. Sebagaimana yang terjadi di sebuah rumah sakit di makkah, dilaporkan bahwa rumah sakit tersebut mendiskriminasi pasien. Pasien-pasien luar negeri yang memiliki banyak biaya, akan didahulukan, sementara pasien local yang notabennya berobat gratis ditelantarkan. Hal ini tak jarang menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pegawai rumah sakit yang bersangkutan.[6]
Saat ini, kebanyakan rumah sakit - rumah sakit di arab Saudi telah matang dalam hal sumber daya manusia maupun teknologi kesehatan. Alat-alat medis sudah masuk standar internasional.
Kesehatan
Ilmu kedokteran mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak dahulu pada sejarahnya bangsa Arab. Pada masa Bani Abbasiyah didirikan apotek pertama di dunia dan sekolah farmasi. Pendirian sekolah kedokteran dilengkapi dengan rumah sakit. Awal abad ke-9, khalifah Harun Ar- Rasyid mendirikan rumah sakit Islam dengan mencontoh rumah sakit yang ada di Persia[7].
Tokoh Islam yang terkenal dalam dunia kedokteran antara lain adalah[8]
1)       Ar- Razi.
Ar- Razi dianggap sebagai ilmuwan yang menemukan benal pontanel untuk dipergunakan dalam ilmu bedah. Karya Ar- Razi yang terkenal adalah Al- Hawi yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada tahun 1279.
2)       Ibnu Sina.
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Husein Bin Abdillah Bin Sina lahir di Afsyana dekat kota Bukhara. Karya yang ia miliki sangat monumental yaitu Al- Qanun fi al- Tibbi (ensiklopedi kedokteran) yang diterjemahkan orang dengan nama Canon. Karangan lain yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris Materia Medica yang memuat ± 760 obat-obatan yang digunakan sebagai pedoman utama untuk ilmu kedokteran Barat pad abad ke-12 sampai dengan abad ke-17 M.
Beberapa perusahaan obat juga sudah banyak berdiri di negera arab, mulai dari yang milik Negara sendiri hingga perusahaan-perusahaan obat asing. Saat ini prusahaan obat Indonesia, kimia farma tengah merintis untuk membuka cabang di Negara arab[9].
Di antra produk pengobatan arab yang terkenal dari dulu hingga sekarang adalah Salsabil. Salsabil adalah sebuah Ramuan Minuman Kesehatan Arab yang sangat bermanfaat baik untuk pria maupun wanita. Salsabil adalah minuman pusaka orang-orang Arab sejak zaman dahulu, di mana dikenal orang-orang Arab khususnya prianya memiliki ketangguhan,  vitalitas dan stamina yang sangat tinggi. Apalagi kalau menyangkut keperkasaan serta kejantanan, orang-orang Arab adalah jagonya.
Ragam penyakit di arab Saudi tidak terlalu banyak, dibandingka dengan ragam penyakit di Negara-negara barat. Namun demikian belakangan ini telah dilaporkan bahwa virus SARS telah masuk ke nagara arab yang sempat membuat masyarakat maupun kalangan pemerintah resah[10]. Kini pemerintah arab tengah menjalin kerjasama internasional untuk menangani hal itu. terkait dengan hal itu, pemerintah Indonesia merasa khwatir dengan hal ini, karena jika isu itu benar, maka aka nada kekhawatiran terhadap jamaah haji yang kan menunaikan ibadah haji.
Laporan terakhir terkait dengan kasus kesehatan ini, masih belum jelas. Kini yang terpenting pemerintah arab tengah berusaha agar virus tersebut bisa ditangani dan dimusnahkan.




PENUTUP
Kesehatan di arab Saudi sudah cukup terjamin. Sarana maupun prasarana seperti apotek, kefarmasian dan rumah sakit maju pesat. Keberadaan rumah sakit dan segala prangkat materi yang menunjang untuk keterjaminan kesehatan penting dilakukan oleh pemerintah arab Saudi, mengingat bahawa Negara arab adalah Negara yang wajib dikunjungi oleh jutaan manusia pertahunannya untuk melaksanakan ibadah haji.
Maka untuk keberlangsungan hal itu, segala hal yang menjadi kebutuhan jamaah haji, termasuk kesehatan harus dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah arab Saudi. Dari paparan ini, pemerintah arab sudah cukup matang dalam bidang kesehatan yang mana hal itu ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada.














REFERENSI
Hitty, Philip. History of The Arabs. 2008. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
Sunanto, Musyrifah. Sejarah islam klasik, Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam. 2003. Jakarta: Prenada Media
www.republika.com. akses  oktober 2012.
www.wikipedia.com. akses: 16 desember 2012.
www.seputarindonesia.com. akses tanggal 17 desember 2012.
www.kompas.com. akses 17 desember 2012
suaraapoteker.blogspot.com.
Hasil perkuliahan Alarobiyah lil Amal. Dosen pengampu: Abdul Wahed, M.Pd.



[1] Data dinas transmigrasi Indonesia, akses 16 desember 2012.
[2] suaraapoteker.blogspot.com. tanggal akses: 15 desember 2012.
[3] Sunanto, Sejarah Islam Klasik, Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam, hal. 78.
[4] Menkesri.com. akses: 16 desember 2012.
[5] Hasil perkuliahan Alarobiyah lil Amal.
[6] Republika.com. akses  oktober 2012.
[7] Wikipedia.com. akses: 16 desember 2012.
[8] Philip K. Hitty, The History of Arabs, hal 237
[9] Seputarindonesia.com. akses tanggal 17 desember 2012.
[10] Kompas.com. akses 17 desember 2012

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz