Senin, 22 April 2013

HASAN AL-ATHOR



Bografi singkat
Hasan alathor adalah seorang ulama’ yang lahir pada tahun 1866 M dari keluarga maghriby. Masa kecilnya, hasan telah diajak sang ayah untuk melakukan perniagaan. Namun karena naluri ilmu dan sastra yang dimiliknya, hasan lebih memilih dunia pendidikan. Sehingga kemudian beliau masuk di universitas al azhar untuk menimba ilmu pengetahuan.

Sebelum belajar di alazhar, beliau sering melakukan perjalanan di Negara-negara islam, untuk mencari faidah dan menuntut ilmu di dalamnya. Sehingga pada hasilnya, hasan menjadi seorang yang pandai dalam berbagai bidang keilmuan, yang terkait ilmu agama maupun umum, seperti: sejarah, geografi dan sebagainya. Dengan kemampuan seperti itu, hasan menjadi guru yang padanya, banyak ulama’-ulama’ terkemukan belajar padanya. Salah satunya, at-Tahtawi.

Dalam salah satu pernyataannya, tahtawi sempat memuja gurunya tersebut dengan mengatakan bahwa hasan adalah seorang yang memiliki pengetahuan yang luas, sejarah, geografi, kedokteran dan banyak hal yang terkait dengan ilmu kehidupan (umar addasuki, 1973: 60).

Hasan al-athor terkenal pula dengan penyair yang memiliki banyak karya sastra. Berupa natsr maupun syiir. Telah banyak karya dan buku antologi puisinya.

Situasi sosial
Hasan al-Athor hidup pada masa pemerintahan Muhammad Ali Fasha. Sebuah masa yang dikenal dengan masa pembaharuan islam kontemporer. Pada masa tersebut muncul beberapa tokoh pengetahuan maupun sastra disebabkan semangat intelektual yang digencarkan Muhammad Ali (Harun Nasution, 1975: 26) namun demikian, sikap mauhammad ali yang dictator memberikan dampak keterkungkungan dan ketidakberanian para pemikir maupun sastrawan mengeksplorasi kemampuan mereka secara utuh dan leluasa.

Situasi social politik dengan rezim Muhammad Ali ikut membentuk karya-karya yang dihasilkan oleh hasan al-athor. Karya-karya hasan, lebih banyak berisi hal-hal spiritual seperti ikhlas, sabar dan sebagainya. Sehingga model karya yang memiliki unsur sosialitas sepertinya tidak ditelurkan oleh hasan. Sepertinya, fenomena tersebut juga terjadi pada sastrawan-sastrawan lain yang semasa dengannya.

Namun demikian hasan tetap memiliki kontribusi besar dalam proses pembaharuan islam pada masanya (Donohue dan Esposito, 1995: xxxi). Dari padanyalah patut diberikan gelar guru besar yang telah menghasilkan pembaharu-pembaharu islam terkemuka pada saat itu.

Analisis karya
Dalam hal ini, akan dianalisa salah satu karya hasan al-athor dalam bidang puisi.
الزمت نفسي الصبر فيك تأسيا # و الصبر أصعب ما يقاد نجيبه
Aku menanamkan pada diriku kesabaran untuk engkau ikuti. Dan kesabaran itu dilakukan karena didorong kemuliannya.
وبليت منك بكل لاح لو تبدي نحو طود أثقلته كروبه
Yang sabar darimu pada setiap bayangan jika ditimpa ketidakjelasan yang memberatkan dan menyusahkannya.
أفلا رثيت لعاشق لعبت به # أيدي المنون ونازعته خطوبه
Apakah engkau menaruh kasihan untuk kekasih yang engkau bermain dengannya sementara ia akan memiliki akhir, dan mendekatinya adalah ketentuan.
أنت النعيم له, ومن عجب تعذبه و تمرضه, وأنت طبيبه
Engkau adalah kesenangan baginya, dan orang yang ujub azab dan kesakitan baginya. Dan engkau adalah dokter baginya.

Sebagaimana dikatakan dimuka bahwa puisi hasan lebih bersifat spiritual. Dalam karyanya ini, hasan menjelaskan tentang sabar. Sabar yang hasan umpamakan seperti seseorang ketika menghadapi persoalan yang genting dalam hidupnya namun tetap tegar, begitu penting dalam kehidupan seseorang. Substansi karya seperti ini menunjukkan bahwa hasan selaku pengarang memiliki latar religiusitas dan spiritual yang tinggi.

Orang yang sabar, juga diumpakan hasan sebagai seorang yang bisa memberikan kedamaian kepada orang lain. Karena implikasi dari sabar tentunya akan membentuk mental psikologis yang matang. Maka dengan demikian, orang yang tidak sabar diakatakan oleh Hasan sebagai orang yang ujub dan memiliki mental psikologis yang lemah.

Jika karya hasan tersebut dianalisis dengan pendekatan sosiologi sastra, tema yang diangkat Hasan bertujuan untuk meredam sikap militeralistik yang merupakan dampak dari semangat militer Muhammad Ali pada saat itu. sehingga harapan Hasan, masyarakat islam masih bisa bersikap moderat dan tidak selalu menyelesaikan persoalan dengan mekanisme perang (militer).

Dari sisi uslub, karya Hasan tersebut memiliki corak penggabungan model, yakni menggabungkan antara sastra jenis syiir dengan natsr. Model ini adalah bentuk karya sastra yang jarang pada waktu itu.

Diksi yang digunakan Hasan juga cukup menarik dan sepertinya ghorib bagi orang non arab. Misalanya penggunaan model idiom di dalam puisinya:
اصغب ما, رثى ل, لعب ب.
Ash’aba + ma bermakna melakukan.
Ratsa + li bermakna memberikan belas kasihan
La’iba + bi bermakna bermain-main
Gaya seperti ini biasanya ditemukan dalam karya sastra yang berbentuk natsr. Inilah yang membuat bahwa model puisi Hasan lebih kepada kombinasi puisi dan prosa (ad-Dasuki, 1973:62).

Daftar Pustaka
Ad-dasuki,Umar. Fil Adabil Hadits. 1973.______. Darul Fikr
Esposito dan Donohue. Islam dan Pembaharuan. 1995. Jakarta: PT. Grafindo
Nasution, Harun. Pembaharuan Dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan Gerakan. 1975. Jakarta: Bulan Bintang

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz