Sabtu, 31 Mei 2014

Tentang Hidup


Seberapa sering pun kita mengeluh atas jalan hidup yang tak memihak, asa jangan pernah kita jadikan terpuruk dalam bilik-bilik cobaan yang dibentangkan-Nya. Mungkin saja sekarang hal itu terasa begitu menyesakkan, namun demikianlah Tuhan menguji hamba-Nya, dengan cara dan akhir yang hanya Dialah yang mengetahuinya. Jika pada selaksa mulutmu yang tak pernah putus bermunajat kepadanya mengalir darah, tentulah darah itu adalah keberkahan. Dan tabah yang senantiasa bersemayam dalam jiwamu, adalah bagian dari buah iman yang telah tumbuh begitu hebat.

Banyak orang yang tidak mengerti arti kehidupannya, sehingga mereka membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Tentu ini adalah jalan yang salah, karena seyogyanya kita melihat ke bawah untuk urusan dunia, serta ke langit yang tinggi untuk urusan akhirat. Dengan demikian, apapun bentuk badai yang datang menghampiri, akan menjadi ombak yang lalu dan menyerap dalam pasir-pasir putih ketegaran.

Kita harus banyak belajar pada orang-orang yang telah terombang-ambing badai namun selalu tersenyum menantang kegetiran. Mereka yang selalu memutar tasbih atas segala hal yang menyesakkan dada. Mereka yang tidak pernah kering dari mensyukuri hidup, apapun dan bagaimanapun bentuknya. Karena pada hakekatnya, Tuhanlah yang menciptakan kita, menciptakan alur kehidupan kita, serta menyelasikan jalan hidup ini dengan rencana terindah-Nya.

Bagaimana pun duri-duri menusuk telapak kaki, bagaimanapun darah mengalir deras melambangkan kesakitan, asa tetapkan tegar, dengan cara dan kepasrahan yang tersisa. Sungguh tiadalah Tuhan membebankan kita diluar batas kemampuan.

Kini, jika banyak orang yang menyelesaikan kehidupan karena jalan hidup yang sempit, merekalah orang-orang yang kalah pada pertarungan yang seharusnya belum selesai. Mereka itu seperti buah yang memaksa jatuh sebelum waktunya, maka tidak heran jika binatang buas lebih dahulu melenyapkannya dari pada masuk ke perut seorang musfir yang mencari ridha Tuhan.


Siapapun yang bernama manusia, pasti memiliki masa-masa yang sepertinya tidak mampu untuk dieemban, namun kenyataan ada pada-Nya. Semua jalan ini ditentukan dengan indah oleh-Nya. Tinggal kita mempercayainya, dan selalu berusaha agar senantiasa ikhlas dan sabar menjalankan skenario yang dibentangkan. Sembari menanti masa bening itu terukir di langit kehidupan, seyogyanya kita senantiasa merajut kehidupan dengan keyakinan dan perjuangan.  Karena sesungguhnya hidup adalah tentang kedua hal ini.  

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz