Rabu, 27 Agustus 2014

Kemenangan Untuk Bangsa Indonesia


Selepas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa Pilpres, saya ucapkan selamat kepada pasangan capres cawapres yang dengan ditolaknya gugatan Prabowo-Hatta tentang kecurangan Pilpres, secara langsung menjadi pasangan yang terpilih dalam kontestasi pemilihan umum Juli lalu. Semoga menjadi pasangan yang memberikan perubahan kepada bangsa yang besar ini. Namun, apakah setelah penentuan ini, pasangan sebelah telah menerima dengan sepenuh hati? Saya tidak tahu, semoga saja iya. Dalam tulisan ini saya ingin menjelaskan tentang hakekat kemenangan nomer urut dua itu. Ini bukan kemenangan mereka berdua. Ini juga bukan kemenangan buk Mega sebagaimana yang dikata, tapi ini adalah kemenangan untuk bangsa Indonesia.

Kalah menang adalah wajar dalam sebuah kompetisi, termasuk dalam proses pilpres ini. kepada kubu pasangan pertama, semoga bisa ikhlas menerima kekalahan agar bangsa ini bisa lebih cepat menyusun strateginya menjadi lebih baik. Berhenti menilai dengan sepihak dan tanpa alasan, biarkanlah kesempatan memimpin bangsa ini jatuh pada yang seharusnya, yakni pemimpin yang dipilih masyarakat. bagaimanapun kita tidak setuju, atau memandang bahwa sosok pemimpin nomer urut dua tidak pantas, itu bukan lagi menjadi alasan penolakan seseorang secara individu maupun kelompok. Sekali lagi, kita beri kesempatan kepada pemimpin yang dipilih masyarakat.

Pasangan nomer urut dua dalam pemilihan umum kali ini memang selalu dinilai kurang layak apalagi oleh beberapa kelompok yang cendrung berpandangan ideologis. Jokowi dituduh komunis lah, tidak berideologi islam yang baik lah, dan lain sebagainya. Berhenti! kita tidak butuh lagi untuk menjadi bangsa yang hanya bisa meremehkan dan melecehkan orang lain, kita butuh kerja keras untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang tidak sedikit.

Bagi saya, siapapun presidennya, sebaik apapun dia, bangsa ini tidak akan pernah maju jika rakyatnya tidak mau bekerja keras dan ikut dalam persaingan dunia internasional. Begitu pula sebaliknya, seburuk apapun dia, jika rakyatnya bersungguh-sungguh bekerja, tentu akan bisa menjadi bangsa yang besar dan disegani. Dengan demikian, segalanya tergantung masyarakatnya.

Sengketa pilpres kemarin, cukuplah menjadi pelajaran politik bagi kita semua, bukan menjadi akar perpecahan kita di roda pemerintahan nanti. Sejujurnya, kita melakukan pemilihan umum untuk bagsa bukan untuk partai dan golongan tertentu, maka dari itu, janganlah konflik itu berlanjut sampai masa-masa kedepan nanti. Ini bangsa indonesia, itulah yang paling penting untuk kita ingat dan perjuangkan.

Jokowi-Jk telah resmi menjadi calon presiden dan wakil presiden terpilih, biarlah kita berdoa bersama untuk kebaikan mereka memimpin bangsa ini. cukup sudah konflik pilpres. Kita harus segera berbenah. Ada banyak persoalan penting yang harus ditangani bangsa ini. salah satunya adalah ancama NKRI melalui ISIS. Juga dalam bidang ekonomi dengan pasar bebas ASEAN 2015 mendatang. Semua itu harus kita persiapkan, dan tentu persiapan kita tidak akan maksimal jika masih saja terpaku dengan persoalan pilpres lagi. Sudah cukup!

Kepada pasangan nomer urut pertama, silahkan kita bantu jokowi-Jk dalam menyelesaikan kepemimpinan mereka untuk lima tahun mendatang. Jujur, secara naluri saya memang memilih pasangan nomer urut pertama, tapi bukan berarti saya akan menolak keterpilihan pasangan nomer urut dua. Saya mendukung siapa saja yang akan memimpin bangsa ini asalkan berjuang mensejahterakan rakyat dan meninggikan nama bangsa.

Untuk beberapa pandangan ganjil tentang kepemimpinan nomer urut dua, secara ideologi kenapa tidak kita serahkan saja urusan hati kepada yang maha segalanya. Kita berhusnuzzhon saja dengan kepemimpinan nomer urut dua, apakah nanti dia akan berlaku adil ataukah zholim, biarkanlah waktu yang menjawab. Yang terpenting sekarang Jokowi-Jk telah dipilih masyarakat dan tentulah Tuhan yang menghendaki itu. bukankah demikian yang disampaikan Al-Quran?

Sekarang yang terpenting bukan lagi meragukan kerja mereka, namun menagih janji dan program pemerintahan yang mereka koarkan selama kempanye kemarin berlangsung, bukankah sudah begitu banyak mereka canangkan program-program yang berorientasi kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat? ini salah satu isu penting yang patut untuk diperbincangkan dalam proses pemerintahan lima tahun ke depan.

Ini adalah kemenangan bangsa Indonesia, bukan kemenangan jokowi-Jk, bukan kemenangan golongan tertentu saja. Siapapun yang menjadi presiden, mereka adalah penggerak roda bangsa kedepannya. Jangan hanya karena penilaian sepihak dan tak berdasar, kita meragukan kepemimpinan seseorang. Sesungguhnya, pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang amanah. Jika keputusan pilpres ini adalah yang terbaik, kenapa harus mempermasalahkan kerja mereka yang belum terlihat? Hargai konstitusi, terima kenyataan dengan lapang hati, agar kita bisa mempertahan indonesia sebagai harga mati.


Terlepas dari itu semua, saya tidak akan menyalahkan bapak Prabowo bersama Koalisi Merah Putihnya jika sebagaimana yang diberitakan, mereka akan mengajukan keberatan lagi ke Pengadilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung. Silahkan, itu adalah hak konstitusional sebagai warga negara, dan negara harus memfasilitasi hal tersebut. Apakah nanti dia akan dituduh seorang yang tidak mau mengalah atau tidak siap kalah, itu hanyalah persepsi. Jika keadilan dan kebenaran menurutnya adalah dengan mengikuti prosedur selanjutnya, maka tidak ada yang perlu dipersalahkan. Hanya kembali lagi, kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang tidak sedikit, dan harus segera diselesaikan selain politik.  

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Advertising

EasyHits4U.com - Your Free Traffic Exchange - 1:1 Exchange Ratio, 5-Tier Referral Program. FREE Advertising!

visitors

Copyright © 2012. Menggenggam Hikmah - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz